bagian dari pendewasaan: merelakan

"teruslah jalan, terus berjalan

kaki mungilku yang terus menahan beban

teruslah jalan, terus berjalan

sebentar lagi ku akan sampai tujuan"

pov. nulis blog ini selagi dengerin salah satu favoritku belakangan ini


    it's been months since 'that day', things doesn't just changed but thank God each day gets easier to go through. setiap beberapa saat, akan ada momen di mana aku pengen looking back ke momen yang pernah terjadi di masa lalu dan momen itu ngga selalu jadi momen yang berhasil bikin aku senyum atau ketawa. kadang, momen yang aku inget adalah momen kurang mengenakkan yang mendorong aku untuk berkembang menjadi individu seperti sekarang.

    dari pengalaman kehilangan orang yang aku anggap 'berharga' dalam hidupku dan momen di mana aku harus 'merelakan' keputusannya untuk tidak lagi jadi bagian dari keseharianku, aku belajar beberapa hal. dalam beberapa bulan terakhir, aku belajar untuk me-redefine kehadiran orang-orang di sekitarku dan mereka yang aku anggap penting.

   ada satu hal yang aku tahu pasti, seiring berjalannya waktu aku menyadari bahwa ada kekuatan dalam diriku dalam menghadapi semua peristiwa yang menerpa. buktinya, aku masih ada di sini. seberat apapun tantangannya, aku percaya bahwa aku akan bisa melaluinya. tentunya tanpa melupakan bahwa manusia jugalah makhluk sosial yang membutuhkan bantuan dari orang lain di sekitarnya. 

    kesimpulannya, seberat apapun tantangan yang kamu hadapi sekarang, semustahil apapun kelihatannya untuk dilanjutin, kamu hanya perlu percaya bahwa pada akhirnya, semuanya akan baik baik saja. all you have to do is holding on, you got this!

Komentar