Untukmu, Para Pencari Makna Kehidupan
Hidup memang terkadang begitu membingungkan
dan tidak bisa dijelaskan. Pernahkah kamu merasa hampa dan berpikir seperti ini,
“kebetulan saja aku bisa berada disini” atau “aku hanya beruntung bisa menjadi
satu dari milyaran manusia yang tinggal di dunia” atau kalimat-kalimat lain yang meragukan keberadaan
makna dibalik hidup yang sedang kamu jalani. Mungkin, sering terbesit di kepala
bahwa pada akhirnya, semua makhluk akan mati, termasuk kita dan hal itu akan
sirna begitu saja, seolah-olah kita tidak pernah ada di dunia. Namun, apakah
itu hidup yang sesungguhnya? Apa makna dari perjalanan panjang yang sudah kamu
lalui selama ini? Dan apa saja yang bisa kita lakukan untuk menemukan makna
sekaligus tujuan hidup yang sebenarnya?
Tak perlu khawatir, karena itu merupakan hal
wajar yang dialami hampir semua orang, sedikitnya sekali semasa hidupnya. Keingintahuan
kita akan makna kehidupan bisa menjadi motivasi untuk terus mencari jati diri
dan belajar akan lebih banyak hal lagi. Teori pencarian makna hidup ini juga
dijelaskan dalam buku Man’s Search For
Meaning yang ditulis oleh Viktor Frankl. Viktor Frankl merupakan seorang psikiater
asal Austria sekaligus korban Holokaus yang berhasil selamat. Dalam bukunya, ia
bercerita mengenai pengalamannya selama berada di kamp konsentrasi NAZI dan
melakukan pengamatan mengenai perbedaan karakteristik antara orang-orang yang
mampu bertahan dengan orang-orang yang akhirnya gugur di masa itu.
Secara garis besar, Frankl mengatakan
bahwa mereka yang mampu bertahan hidup ialah mereka yang selalu berhasil
menemukan alasan untuk hidup. Mereka yang memiliki alasan untuk hidup akan
sanggup berjuang dan melihat bahwa masih ada hari esok yang harus dijalani.
Menurut pengalaman yang dibagikannya melalui buku ini, Frankl berhasil bertahan
karena ia sadar bahwa ia masih memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan
penelitiannya yaitu teori logoterapi, karena ia percaya bahwa hal tersebut bisa
melebarkan kesempatannya untuk berkontribusi pada dunia. Selain itu, Frankl juga
berharap untuk bisa bertemu istri dan anaknya kembali ketika ia selamat dan
keluar dari kamp konsentrasi.
Lalu, bagaimana caranya supaya kamu bisa
menemukan alasan untuk hidup? Menurut Frankl, hal pertama yang bisa membantu
kamu untuk menemukan alasan hidupmu adalah hal yang sedang kamu kerjakan. Hal
ini akan mendorong kamu untuk terus melakukan yang terbaik dari hari demi hari.
Namun, ada pesan yang ingin aku selipkan disini, pesan ini aku dapatkan ketika
menonton salah satu video Youtube Dewi Sandra yang sedang membicarakan soal
makna hidup bersama bintang tamunya, Dian Sastrowardoyo. Dalam video itu, Dian
bercerita bahwa ada 2 macam orang yang memiliki tujuan hidup yang berbeda,
dalam konteks ini adalah tujuan untuk meraih universitas impian. Kurang lebih
begini, si A berkata, “I want to get into
Ivy College so that I can prove to those who underestimate me.” Namun satu
orang yang lain berkata, “I want to get
into my dream university so that I can teach my sister because I know that our
parents wouldn’t able to afford it.” Dari sini, ada pesan yang dapat
dipetik, ketika melakukan sesuatu, carilah makna yang jauh lebih berarti
dibanding mencoba untuk membuktikan kemampuan diri kepada orang lain. Banyak
cerita orang-orang sukses yang berakhir tidak bahagia karena kesalahannya dalam
menentukan tujuan hidup di awal. Oleh karena itu, cobalah untuk membuat tujuan
hidup yang juga melibatkan orang lain sehingga makna tersebut akan membawa
kebahagiaan yang jauh lebih besar lagi.
Yang
kedua ialah melalui cinta, karena cinta adalah satu-satunya cara manusia untuk
memahami satu sama lain bahkan hingga sisi terdalam. Jika ditanya soal satu
peristiwa yang ingin kamu ulangi bersama seseorang, apakah jawaban yang akan
kamu berikan? Atau, siapakah orang yang ingin selalu kamu lihat senyumannya
setiap hari? Mencoba mengingat hal-hal yang bisa membuat kamu bahagia, sekecil
apapun itu dapat membantu kamu dalam menemukan alasan untuk hidup sehingga
tidak perlu lagi menggantungkan harapan pada kebahagiaan-kebahagiaan yang tidak
pasti.
Yang terakhir, kamu bisa menemukan alasan
untuk hidup melalui penderitaan. Coba bayangkan satu masa terberat yang pernah
kamu alami. Masa dimana kamu merasa bahwa tidak lagi ada harapan untuk
hari-hari selanjutnya. Dari situ, kamu mulai bertanya-tanya tentang keberadaan
diri serta peristiwa yang datang menghampiri. Jangankan berharap akan
perwujudan mimpi, untuk bertahan hari demi hari saja rasanya kamu sudah tidak
ingin lagi. Mungkin saja, kamu merasa bahwa dirimu adalah orang yang paling
menderita dan tidak ada lagi orang yang bisa dipercaya. Menurut Frankl,
peristiwa semacam ini bisa dijadikan motivasi untuk mengubah keadaan yang
membuatmu menderita. Jangan biarkan hidupmu berakhir dalam penderitaan.
Kita memang tidak selalu bisa mengontrol
masalah apa yang terjadi dalam hidup kita, kita juga tidak bisa memilih masalah
seperti apa yang akan datang dalam hidup kita. Tapi, kita memiliki kontrol
penuh atas diri kita sendiri, diantaranya kita bisa memilih sikap seperti apa
yang bisa kita lakukan dalam menanggapi suatu masalah yang sedang kita hadapi.
Menurut Frankl, apapun bisa dirampas dari seorang manusia, kecuali satu,
kebebasan terakhir seorang manusia yaitu menentukan sikap atas suatu keadaan,
kebebasan untuk memilih caranya sendiri. Selain itu, dalam proses mencari makna
hidupmu, jangan lupa bahwa tidak ada rumusan yang pasti dalam menentukan suatu
makna hidup, setiap orang unik dan memiliki makna hidup sendiri-sendiri.
Komentar
Posting Komentar